Menuju Delanggu Ramah Difabel, Inklusif untuk Semua

Delanggu, 21 Agustus 2025 – Kecamatan Delanggu menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pengurus Difabel Desa se-Kecamatan Delanggu sekaligus membahas perkembangan aplikasi Aksidifa sebagai instrumen pendataan dan pemberdayaan difabel. Acara yang berlangsung di aula kecamatan ini dimulai pukul 09.15 WIB, dipandu oleh Sdr. Febri Wiyoto, S.Ud selaku pendamping desa, serta dihadiri oleh pengurus difabel dari seluruh desa dan perwakilan pemerintah desa.
Dalam sambutan pembukaan, Camat Delanggu yang diwakili oleh Kasi Tapem, Ibu Nunung Zulaida, menyampaikan apresiasi atas kerja keras kelompok difabel desa. Beliau menegaskan bahwa komitmen dan kerja nyata pengurus difabel merupakan modal penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif.
“Kami sangat mengapresiasi upaya kelompok difabel di seluruh desa yang telah berperan aktif dalam pendataan dan pemberdayaan. Data yang valid adalah kunci agar program pembangunan desa dapat lebih tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh penyandang difabel,” ujar Ibu Nunung Zulaida mewakili Camat Delanggu.
Perkembangan Pendataan melalui Aksidifa
Rapat diawali dengan paparan perkembangan pendataan ragam difabel yang telah dilaksanakan di seluruh desa. Mayoritas desa di Kecamatan Delanggu telah menyelesaikan pendataan dan mengunggah hasilnya melalui aplikasi Aksidifa, yang kini menjadi basis data penting dalam perumusan kebijakan.
Meski demikian, beberapa desa masih menghadapi kendala teknis akibat perbaikan sistem aplikasi. Hal ini menjadi perhatian bersama agar proses pendataan dapat segera rampung sehingga seluruh desa memiliki data difabel yang komprehensif dan terintegrasi.
Penyusunan Program dan Pemberdayaan Difabel
Selain membahas pendataan, rakor juga menyoroti program-program desa yang telah tercantum dalam APBDes 2025. Hasil diskusi menunjukkan masih adanya kesenjangan informasi antara pemerintah desa dan pengurus difabel terkait kegiatan yang dianggarkan. Karena itu, forum ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi dan menyusun langkah prioritas, mulai dari pendataan lanjutan, pertemuan rutin kelompok difabel, hingga pelatihan keterampilan sederhana.
Forum ini juga menjadi sarana berbagi pengalaman antar kelompok difabel mengenai berbagai pelatihan produktif yang telah dilaksanakan, seperti membuat sabun cuci piring, keset kain perca, hingga pakan unggas. Pelatihan tersebut dinilai mampu membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi difabel.
Dampak Strategis bagi Masyarakat
Lebih dari sekadar forum musyawarah, rapat koordinasi ini memberikan dampak strategis bagi masyarakat. Dengan adanya data difabel yang valid melalui Aksidifa, desa memiliki landasan kuat untuk menyusun kebijakan yang lebih inklusif dan program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan riil.
Bagi penyandang difabel, forum ini menjadi wadah representasi dan partisipasi aktif dalam pembangunan desa. Sementara bagi masyarakat secara luas, kegiatan ini memperkuat kesadaran tentang pentingnya inklusi sosial, sehingga tumbuh semangat kebersamaan tanpa sekat perbedaan.
Rapat koordinasi yang berlangsung hingga pukul 12.20 WIB ini ditutup dengan optimisme bahwa sinergi antara pemerintah desa, pengurus difabel, dan masyarakat akan semakin mempercepat terwujudnya Kecamatan Delanggu sebagai wilayah yang ramah difabel, inklusif, serta mendorong lahirnya generasi yang lebih berdaya.
What's Your Reaction?






